Perkembangan properti di Indonesia mengalami dinamika yang cukup menarik dalam beberapa tahun terakhir.
Permintaan terhadap rumah tinggal, terutama rumah tapak di kawasan penyangga seperti Bogor, Bekasi, dan Tangerang, meningkat karena tren work-from-home yang mendorong orang mencari hunian yang lebih nyaman di pinggiran kota.
Industri properti semakin mengadopsi teknologi, dari pemasaran digital hingga penggunaan proptech (property technology) untuk membantu proses jual beli, sewa, hingga manajemen properti.
Kesadaran akan keberlanjutan meningkat. Banyak pengembang mulai menawarkan konsep green building, efisiensi energi, dan desain ramah lingkungan untuk menarik konsumen yang peduli terhadap lingkungan.
Masa Depan Properti Indonesia
Dengan meningkatnya urbanisasi dan kebutuhan akan hunian yang layak, potensi pertumbuhan properti di Indonesia tetap besar.
Kawasan-kawasan baru seperti Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur juga membuka peluang pengembangan properti berskala besar dengan konsep smart city dan sustainability.
Perubahan Preferensi Konsumen
Konsumen saat ini lebih selektif dalam memilih properti. Tidak hanya mempertimbangkan lokasi dan harga, tetapi juga:
- Kualitas bangunan
- Fasilitas penunjang seperti keamanan 24 jam, area hijau, dan fasilitas olahraga
- Aksesibilitas ke transportasi umum dan pusat aktivitas
- Potensi nilai investasi jangka Panjang
Selain itu, konsumen muda (generasi milenial dan Gen Z) mulai menjadi pasar utama. Mereka cenderung mencari properti yang fleksibel, multifungsi, dan mendukung gaya hidup modern, termasuk co-living atau apartemen studio yang efisien.
Tantangan di Sektor Properti
Meskipun banyak peluang, sektor properti juga menghadapi tantangan, antara lain:
- Harga tanah yang terus naik
- Tingginya suku bunga KPR (terutama jika terjadi penyesuaian oleh Bank Indonesia)
- Regulasi dan perizinan yang masih bisa kompleks di beberapa daerah
- Over supply di segmen tertentu, misalnya apartemen di Jakarta, yang menyebabkan stagnasi harga
Menyikapi harga tanah yang selalu mengalami kenaikan, sebagai pembali sudah seharusnya cerdas untuk memahami ukuran tanah beserta kisaran harga pasaran saat ini.
Untuk mengetahui ukuran suatu bidang tanah tidak melulu harus mengukur menggunakan alat ukur manual seperti meteran tradisional, meteran bangunan dan meteran tanah yang umum digunakan.
Saat ini telah tersedia aplikasi ukur tanah yang bisa dimanfaatkan oleh siapa saja untuk mengetahui panjang dan luas suatu bidang tanah dan bangunan.
Penggunaan aplikasi ukur tanah ini terbilang mudah karena pengguna bisa menggunakannya secara langsung hanya memanfaatkan aplikasi smartphone saja.
Pengguna tinggal membuka aplikasi kemudian menentukan titik tanah yang akan diukur, maka selanjutnya aplikasi akan melakukan pemetaan dan membaca ukuran luas tanah tersesbut. Download Disini !

